Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menyerahkan sharing hasil Kemitraan Agroforestry Tebu sebesar Rp45.480.000,- kepada empat Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang mengelola tanaman tebu di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung. Penyerahan dilaksanakan di Kantor BKPH Bandung pada Senin (02/03).
Sharing tersebut diserahkan oleh Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Bandung kepada LMDH Sendang Wangi Agung, LMDH Tanjungharjo Manunggal, LMDH Sido Makmur, dan LMDH Subur. Keempat LMDH tersebut mengelola Kemitraan Agroforestry Tebu seluas 75,80 hektare di kawasan hutan wilayah BKPH Bandung.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Bandung, Sri Purwanto, menyampaikan bahwa penyerahan sharing ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
“Penyerahan sharing agroforestry tebu ini merupakan bukti nyata sinergi antara Perhutani dan LMDH dalam mengelola kawasan hutan secara produktif dan tetap menjaga kelestariannya. Kami berharap dana sharing ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kelembagaan LMDH dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” ujar Sri Purwanto.
Ia menambahkan bahwa pola kemitraan agroforestry tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan serta kelestarian hutan.
Ketua LMDH Sendang Wangi Agung, Agus Susilo, mewakili pengurus LMDH lainnya, menyampaikan apresiasi atas komitmen Perhutani dalam memberikan hak sharing sesuai perjanjian kerja sama.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Purwodadi atas penyerahan sharing ini. Bagi kami, kemitraan agroforestry tebu sangat membantu peningkatan pendapatan anggota LMDH sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjaga kelestarian hutan. Dana ini akan kami kelola secara transparan untuk kepentingan organisasi dan anggota,” ungkap Agus Susilo.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan agroforestry tidak lepas dari pembinaan dan pendampingan Perhutani, sehingga kegiatan pertanian tetap sejalan dengan aturan dan kaidah kehutanan.
Melalui program kemitraan agroforestry, Perhutani mendorong model pengelolaan hutan yang kolaboratif, di mana masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan sebagai mitra strategis dalam menjaga dan memanfaatkan hutan secara bijak.
Dengan luasan 75,80 hektare yang dikelola bersama, diharapkan program ini mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi desa sekitar hutan, sekaligus memperkuat pengamanan kawasan melalui keterlibatan aktif masyarakat. Perhutani KPH Purwodadi menegaskan akan terus mengembangkan pola kemitraan berbasis agroforestry sebagai bagian dari upaya mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera.
Editor : Aris